Monday, 18 January 2010

Iklim Bumi ( Pemanasan - Peredupan - Pendinginan Global )


W
ah ternyata iklim bumi kita ini sedang mabuk. Banyak sekali penelitian yang di lakukan yang ternyata merubah ekspektasi kita akan iklim yang akan terjadi. Dimana sebenarnya pada saat bersamaan, kita sekarang sedang mengalami masa pemanasan global, peredupan global dan pendinginan global. Berikut berusaha saya cuplikan inti-nya:

1. Pemanasan Global
Bumi jelas sedang mengalami pemanasan global. Dimana akibat efek rumah kaca akibat dari polusi karbon dioksida (dan efek2 natural alam lainnya), temperatur bumi akan semakin panas. Salah satunya adalah karena atmosfer bumi yang sudah penuh CO2 menahan panas matahari tetap di dalam atmosfer bumi (kayak kita selimutan gitu deh).

2. Peredupan Global
Walaupun sedang terjadi pemanasan global, sebenarnya matahari juga sedang mengalami peredupan. Sehingga peningkatan suhu akibat efek rumah kaca di point 1 sebenarnya terbantu dengan menurunkan intensitas panas radiasi matahari yang sampai ke bumi. Berkurangnya intensitas sinar matahari sih sejauh ini akibat dari debu angkasa yang semakin banyak ada di lintasan sinar matahari dan juga matahari-nya yang lagi pada masa adem ayem. Jadi seperti kalau kita masak Indomie, walaupun panci-nya ditutup tetapi api-nya mengecil.

3. Pendinginan Global
Ini bukan melawan teori pemanasan global ya. Tetapi akibat pemanasan global, justru dunia akan menjadi dingin dan masuk ke dalam masa es lagi. Hal ini diakibatkan karena akibat es2 mencair, salinitas (tingkat keasinan) air laut jadi berkurang (kan es mencair itu jadi air tawar). Akibatnya, rotasi air laut yang mendistribusikan air hangat dari daerah katulistiwa ke daerah utara menjadi terhenti. Dan kemudian bisa ditebak, daerah bagian utara dan selatan bumi akan menjadi lebih dingin dan masuk ke masa pendinginan global (ice age).

Jadi sebenarnya yang bikin es di kutub utara dan kutub selatan mencair itu bukan karena sinar matahari yang memanasi mereka. Tetapi karena udara panas yang berhembus ke sana. Nah udara panas ini terbawa dari daerah katulistiwa mengikuti pola rotasi air laut. Kalau air laut tidak berotasi, dan udara hangat tidak lagi mengalir seperti seharusnya, tidak hanya daerah kutub akan menjadi lebih dingin, tapi dunia akan masuk ke dalam KEKACAUAN IKLIM... Waaaa...

Jadi baik-nya kita pindah ke pesisir pantai utara jawa (biar gak kedinginan kalau terjadi pendinginan global), atau pindah ke daerah pegunungan di selatan jawa (biar gak kepanasan karena pemanasan global) niiihhhhh???

Yaudah Olga tetap tinggal di Bintaro aja deh... Kalau panas tinggal nyalain AC, kalau dingin tinggal selimutan deh... Hehehe...

Bapaknya Olga

Monday, 4 January 2010

Tanaman Sirih Hitam

Akhirnya setelah 1.5 tahun, tanaman sirih hitam yang ditanam di belakang rumah sudah tumbuh sangat lebat. Sekarang jumlah daunnya sudah lebih dari 100 lembar dan merambat lebat di pohon Tabe Buya yang kami tanam sebagai pohon penyangga-nya.

Ternyata, sirih hitam ini bukan tipe tanaman yang suka merambat vertikal, setiap kami lilitkan kembali ke batang pohon penyangganya, selalu saja tunas yang muncul berusaha menjulur ke tanah (bergelantungan menuju tanah). Jadi, tanaman sirih hitam lebih suka menjalar secara horisontal di atas tanah dibanding merayap vertikal di batang pohon penyangga-nya. Akibatnya, ketika batang jalaran dan daunnya sudah lebat, tampilan-nya menjadi tidak rapih dan berantakan (menjadi semak). Padahal tanaman sirih hitam yang saya punya cenderung cepat sekali menjalar kemana-mana. Oleh karena itu, saya berkeinginan untuk memotong beberapa daun2nya dan membuangnya.

Tetapi, dengar2 dari orang2, harga daun sirih hitam ini lumayan tinggi, berkisar antara Rp. 20,000 - 35,000 per lembar daun. Wow saya sendiri tidak tahu apa manfaat daun sirih hitam ini sehingga harganya bisa setinggi itu. Jadi daripada terbuang percuma, mungkin yang membutuhkan daun ini bisa menghubungi saya. Moga2 belum saya potong dan buang. Kan lumayan uang hasil penjualan daun2-nya bisa untuk menanam lebih banyak sirih hitam lagi untuk mereka yang mungkin membutuhkan.

Bapaknya Olga - Didi

Tuesday, 8 December 2009

Uji Emisi Mobil


Akhirnya... mobil-nya Olga sudah di uji emisi dan dapet buku keterangan lolos uji emisi + sticker-nya deh di Honda Tendean. Ternyata masa berlaku lolos uji emisi hanya 6 bulan. Jadi nanti bulan Juni 2010 harus di uji emisi lagi deh. Gak papa... 6 bulan sekali demi bumi yang hijau :)

Untuk biaya-nya gak mahal kok hanya Rp. 75,000-an. Kalau berlaku 6 bulan atau 180 hari berarti biayanya Rp. 417 / hari. Hanya sepersepuluh harga 1 liter bensin. Tapi moga2 sih ke depan kalau sudah lebih massal dan rutin harganya bisa lebih diturunin lagi :)

Sekarang tinggal pinter-pinter jaga kondisi mobil deh biar kadar emisi gas buang-nya tetap bagus sampai masa uji berikut-nya... Untuk sticker, kayaknya kalau 6 bulan sekali ganti, kasihan kaca film windshiled mobil deh, pasti rusak. Jadi gak usah ditempel gak papa kok as long as terlampir rapih di "Buku Keterangan Memenuhi Ambang Batas Emisi" dari BPLHD Provinsi DKI Jakarta.

Harapannya sih semua kendaraan yang beroperasi di Indonesia harus lolos uji emisi dan ketentuan hukum-nya diberlakukan dengan sungguh-sungguh (bukan jadi ajang cari duit semata oleh oknum2). Dan berlaku untuk mobil dan motor. Ini mengingat Indonesia negara terpolusi udara-nya di asia tenggara. Tinggal di permudah saja proses untuk mendapatkannya.

Masukkan saja, sekarang uji petik emisi kendaraan baru dilakukan di DKI Jakarta saja. Dan bengkel2 yang ditunjuk hanya ada beberapa bengkel saja di dalam wilayah Jakarta. Padahal, mungkin 60% kendaraan yang masuk Jakarta itu berasal dari daerah2 penyokong di Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang dan sekitarnya. Nah kan repot juga kalau orang2 yang tinggal di daerah2 situ mesti bela2in ke Jakarta hanya untuk nyari bengkel yang bisa mengeluarkan sertifikat dan sticker lolos uji emisi. Hehehe... Kalau bisa sih semua bengkel resmi ATPM WAJIB bisa menyediakan uji emisi. Selain mempermudah, kan bisa saja orang2 di luar Jakarta juga ingin ikut menyegarkan udara Indonesia tercinta ini. Hehehe...

For green earth, for Olga, and for future generation... :)

Bapaknya Olga

Thursday, 3 December 2009

Anak Indigo dan Ramalan 2012



Hehehe... Seru juga ya melihat persepsi masing-masing orang terhadap apocalypse 2012. Padahal bisa jadi habisnya kalendar Maya sama saja seperti habisnya kalendar di rumah kita. Kalau sudah sampai 31 Desember, ya tinggal beli lagi aja kalender baru di toko buku (nothing happens). Atau kalau kalender Maya sudah habis 2012 nanti, ya tinggal beli aja kalender Maya dari tahun 2012 sampai tahun 7137. Hehehe... Sayangnya peradabannya sudah keburu punah, kalau tidak, mungkin banyak dijual kalender-nya.

Anyway, biar bikin seru-seruan aja, salah satu ramalan tentang 2012 adalah terjadinya perubahan tingkat kemanusiaan manusia. Kalau imajinasi saya (bukan untuk di perdebatkan ya), inget kan kalau ada 2 versi keberadaan manusia di bumi, yaitu versi penciptaan Adam dan Hawa serta versi evolusi Darwin. Kesamaan dari kedua versi tersebut hanya satu yaitu sama-sama sepakat ada SAAT dimana Adam lahir atau ada SAAT dimana manusia menjadi manusia (bernalar dan berpikir dan berteknologi).

Jadi saya ber-imajinasi, saat itu mungkin adalah tahun 3113 SM yang merupakan awal dari Jaman Silver. Dimana pada saat itu terjadi perubahan terhadap tingkat kemanusiaan manusia (manusia pertama diciptakan, atau manusia menjadi manusia seperti kita sekarang ini). Nah dari 3113 SM - 2012 M, adalah jaman seperti yang kita jalani sekarang. Dimana manusia sudah menjadi mahluk yang tingkatannya telah meninggalkan jauh mahluk2 hidup lainnya di dunia. Ya kan?

Nah Jaman Keemasan akan di mulai dari 2012 - 7137 M, dimana tingkat kemanusiaan akan meningkat lagi dari kondisi kita sekarang ini. Nah loh.. Maksudnya manusia akan menjadi seperti apa lagi nih? Nah ramalan beberapa orang mengatakan bahwa, menjelang masa keemasan manusia, sedang terjadi pemurnian peradaban manusia (pra-keemasan)dari tahun 1992 - 2012. Dan ternyata, dari hasil penelitian terungkap bahwa sejak 1992, 85% - 95% anak-anak yang lahir sesudahnya adalah anak-anak INDIGO yang memiliki kemampuan lebih dari manusia normal sekarang ini. Bahkan persentase-nya makin meningkat yang mungkin tahun 2009 ini semua anak yang lahir 99% INDIGO. Hehehe.. Seru kan?

Jadi mungkin (hanya mungkin), tahun 2012 bukan kiamat duniawi seperti yang di ramalkan beberapa orang dan di seru-serukan oleh film 2012, tapi adalah masa dimana terjadi perubahan tingkat kemanusiaan manusia. Ramalan Nostradamus juga mengatakan bahwa dunia akan di pimpin oleh manusia-manusia bertutup kepala biru loh. Mungkin maksudnya adalah bahwa dunia akan di pimpin oleh manusia-manusia indigo yang memancarkan aura indigo (nila) di kepalanya. Sayangnya warna indigo belum dikenal oleh Nostradamus jadi dia menyebutnya biru.

Hehehe... hayoo.. Berarti ibu-ibu yang melahirkan tahun 2009 ini dan setelahnya, anaknya adalah anak indigo.. Dan berarti semua orang tua dari anak yang lahir tahun 2009 - 2012 harus belajar memahami indigo kalau gak mau salah membimbing si kecil.. hehehe..

Tidak pernah ada salahnya untuk memperluas wawasan selama kita mampu untuk melihat the silver lining in the clouds.. :) cheers ...

Bapaknya Olga

Klaim Jamsostek

Wuih, setelah sebelumnya bertakut-takut ria klaim jht jamsostek bakalan susah, ternyata salah. Hanya dalam waktu 15 menit (termasuk parkir mobil dan isi form), pengurusan klaim selesai di lakukan. Dan uang-nya pun sudah di transfer dalam waktu 6 hari kalendar ( 4 hari kerja ) saja.

Akhirnya Olga bisa ada tambahan uang untuk beli lemari deh. Soalnya baju2-nya Olga sudah buanyaaakk sekali yang sudah tidak muat dan masih bagus2, jadi masih tetap di simpan deh sama ibu di lemari. Hehehe... rencananya sih mau di kasih ke Adik Kei, lumayan biar Adik Kei bisa gaya seperti kakak-nya.

Oh ya kembali ke klaim jht jamsostek, setelah sudah bekerja 5 tahun dan sudah melewati masa tunggu sampai 6 bulan, akhirnya diputuskan untuk mengambil dana jamsostek (seharusnya hanya 1 bulan jika masa kerja sudah 5 tahun atau lebih). Sebenarnya sih tidak apa2 dana kita tetap disimpan di Jamsostek tapi karena sedang butuh jadinya mau diambil deh (lagipula denger2 ada gosip -belum tentu bener sih- kalo dana jamsostek nantinya tidak bisa di klaim 100% bikin jadi takut). Karena kantor di Cilandak Commercial Estate, jadi-nya bapaknya Olga klaimnya ke Jamsostek jalan R.A. Kartini (arteri TB Simatupang) yang lokasinya di samping kanan Ford Jakarta Selatan. Kalo kita berjalan dari arah kampung rambutan ke pondok indah, lokasinya setelah lampu merah fatmawati di kiri jalan (+/- 100 meter).

Waktu itu bapaknya Olga datang hari Kamis, 26 November 2009 jam 09:00 pas tiba di Jamsostek. Setelah parkir, terus menghadap ke petugas satpam yang berjaga di sebelah kiri pintu lobby untuk di periksa berkas-berkasnya (wah cuman satu nih satpamnya, kalo lagi rame gimana ya?).

Berkas2 yang diperiksa (tidak lupa juga bawa MATERAI Rp. 6,000 satu buah):
1. Kartu Jamsostek (asli + 1 fotocopy)
2. KTP (asli + 1 fotocopy)
3. Kartu Keluarga (asli + 1 fotocopy)
4. Surat Keterangan Pernah Bekerja dari kantor yang jht-nya mau kita klaim (asli + 1 fotocopy)
5. Kalau kita mau dana-nya di transfer, berarti kita juga copy-kan halaman depan buku tabungan (pastikan copy-annya jelas, kalau enggak nanti salah transfer bisa gagal)

Setelah lengkap, semua itu di klip jadi satu sama satpamnya. Terus kita berikan nomor urut dan di berikan 2 jenis form yang harus kita isi (simple kok hanya keterangan dan pernyataan saja --> disini materai dibutuhkan). Setelah nomor urut kita di panggil, tinggal datang deh ke loket petugas-nya (seperti teller di bank) untuk di verifikasi. Mbak-nya juga cantik2 jadi-nya tambah nyaman deh klaim-nya... hehehe...

Yang asli hanya untuk diperiksa saja kok dan akan dikembalikan kecuali Kartu Jamsostek asli akan di ambil. Kita bisa sambil tanya berapa saldo kita kok. Karena saya minta-nya di transfer, terus dibilang deh sama mbak-nya dalam seminggu akan di transfer. Ternyata benar kurang dari seminggu sudah masuk transferannya. Oh iya btw di potong pajak ya, kalo punya saya dipotong sekitar 5%-an dari 69juta saldo diterimanya 66juta (gak tahu apakah berlaku sama untuk semua atau tergantung dana-nya).

Akhirnya jadi deh beli lemari baju buat Olga... horeeeee... :)

Bapaknya Olga

Friday, 10 October 2008

Video Olga Ceriwis

Ini adalah saat2 ketika Olga sedang senang-senangnya ceriwis dan menganggap semua alat yang ada tombolnya adalah telepon genggam ... hehehe ... Jadi dalam adegan ini ceritanya dia sedang bertelepon ...

Bapaknya Olga ... Didi

Perjalanan Olga Keluar Kota

Buat orang tua, mengajak anak kecil di bawah 2 tahun untuk pertama kali jalan2 keluar kota yang rada jauhan memang sulit2 gampang. Kebayang deh kekhawatiran tentang keselamatan di jalan-lah, anak-nya betah di jalan atau nggak lah, kerepotan bawaan barang2 selama di jalan lah dan lain-lain semua jadi satu. Tapi dibalik itu, ada juga keinginan untuk bisa bersenang-senang di jalan bersama si kecil, mengajak si kecil melihat semua yang ada di sekitar kita dan lain-lain. Itu semua juga ada di dalam pikiran kami ketika kami mau mengajak Olga berlibur naik mobil ke rumah eyang-nya di Jogja.

Ternyata semua kekhawatiran itu sirna. Walaupun sempat rewel setelah 3 jam perjalanan (dari total 12 jam perjalanan), kita bisa mengatasi semuanya dengan baik. Yang penting kita harus mengajak si anak untuk ikut menikmati perjalanan. Yang kita lakukan antara lain: setelah membuat suasana selapang dan senyaman mungkin, kita lanjutkan dengan bernyanyi bersama, mengadakan permainan bersama, bersama-sama observasi apa yang ada di sekitar (jalan, orang, binatang, pohon dll), dan yang paling penting menjaga supaya supply minum (air dan susu) serta makanan (nasi termasuk buah, sayur, serta kue2an) tetap tersedia. Satu tip lagi, sediakan makanan dia yang paling favourite dan jadikan ini sebagai "sogokan" ketika dia mulai rewel. Ketika dia mulai makan makanan favourite-nya dan tenang, kembali ajak untuk bermain bersama seperti di atas. Dengan semua itu Olga bisa dengan sukses ikut menikmati perjalanan dari Jakarta - Jogja - Jakarta.

Yang penting, ajak anak untuk menikmati perjalanan. Libatkan dalam permainan dimana setiap kilometer berikutnya adalah lanjutan permainan dari kilometer sebelumnya. Dan tentu juga jangan lupa untuk selalu berhenti beristirahat supaya si kecil bisa stretching kaki2 mungil-nya.


Bapaknya Olga ... Didi

Friday, 9 May 2008

Foto - Foto Olga

Foto2 Cemberut Olga

Selain foto2 terbaik ketika dia tersenyum, Olga juga ada foto2 ketika sedang cemberut atau galak sama yang mengambil gambar (pasti yang foto bukan bapak atau ibunya). Jadinya malah di semua foto yang ada bapaknya dan ibunya, si Olga gak pernah senyum ...


Ini foto waktu diambil gambarnya di rumah sakit Bunda (gak mau senyum sambil mau minta kamera-nya yang berwarna merah)



Ini foto waktu di family gathering RPX ... wuidih cemberut ...



Ini foto waktu nikahan di Taman Mini ... bener2 gak mau ngadep kamera... hihihi...

Sebenarnya menarik juga untuk merekam gambar ketika anak kita sedang cemberut atau marah. Karena suatu saat kita lihat lagi kita akan tersenyum dalam hati kita.

Bapaknya Olga ... Didi

Tuesday, 6 May 2008

Lovely Chloe Hidayat

Olga's new baby friend ...

<--- Foto Lovely Chloe Hidayat


Bulan ini Olga mempunyai teman bayi baru. Namanya Lovely Chloe Hidayat. Bayi mungil ini putri pertama dari Tante Nana dan Om Yayat. Dilahirkan di Rumah Sakit Bersalin Asih Kamar 22 Pada hari Jum'at Jam 18:53. Lahir sehat cantik dengan berat 2.75 Kg dan panjang 46 Cm.

Tapi memang namanya juga Tante Nana, mengikuti proses-nya udah seperti nonton bola menit2 terakhir dimana speed permainan jadi semakin cepat dan semakin deg2an.

Ditanggal yang sama jam 15:30 dia masih di kantor jumpalitan ngurusin kerjaan. Masih teriak2 telpon kanan telpon kiri. Padahal dari pagi udah kontraksi. Akhirnya dia nyerah jam 16:00 kurang dia minta ijin pulang karena sudah merasakan sakit. Di lift juga sempet keluar air mata (tapi katanya sih karena sedih mau ninggalin kerjaan selama 3 bulan). Trus ujug2, bayi mungkil yang kata dokter perkiraan kelahirannya ke dunia tanggal 12 Mei 2008 udah mbrojol keluar jam 18:53. Udah gitu pake acara dokter-nya telat dateng dan dalam proses persalinan di selingi dokter-nya shalat dulu hihihi... padahal tuh dokter udah masukkin tangan mau narik bayi-nya trus berpikir ... "hmmm gw isengin si nana aahh... gw shalat dulu bentar ntar balik lagi" ... tante nana itu memang di setiap saat setiap kesempatan seperti ngomong "isengin gue doonngg". Untung akhirnya semua bisa berjalan dengan lancar.


Selama berkunjung di rumah sakit, Olga benar-benar diam alim nempel sama ibu bapaknya. Padahal di mobil mau ke RS dan ketika pulang dari RS, dia petakilan ngobrol sendiri, teriak2, main ciluk ba dengan bapak ibunya, ngegodain mas2 yang nyetir mobil mewah di kiri kanan (aduuh kok ya bisa2nya milih hanya yang mobil bagus)... hehehe... Tadinya kita kirain dia malu2 (namanya juga ndoro), tapi eh tiba-tiba dia nunjuk buah pisang di meja Tante Nana sambil minta.. waduh batal deh njulukin dia ndoro.. wong pas laper dia langsung nunjuk makanan... hehehe..


Selain berita gembira, Olga juga punya berita sedih.. Kemarin sore tetangga Olga (eyang2 kakung) ada yang dipanggil menghadap Bapa di Surga. Padahal eyang putri-nya dahulu sering ditemani Olga, yang sejak Olga sakit sudah tidak pernah berkunjung ke sana lagi. Jadi sekarang tinggal Eyang Putri-nya sendirian deh.. sedih banget.. Tapi tenang ya eyang putri, Olga nanti main kesana lagi deh untuk nemenin eyang putri.. tapi eyang putri mesti siap2 kalo Olga nunjuk kue ini dan itu ya... hehehe..


Hidup di dunia ini memang dibagi menjadi 3 bagian penting, kelahiran, kehidupan dan kematian. Dan bagi kami, semua itu akan dapat dijalani dengan penuh damai dan bahagia jika kita hidup dalam kasih. Kasih terhadap sesama seperti kami mengasihi orang2 yang paling kami cintai. Jika semua orang hidup dalam kasih, waahhh.. kita semua akan menjadi seperti Olga2 kecil yang bahagia dan selalu gembira...


Bapaknya Olga ... Didi

Sunday, 4 May 2008

Be A Smart Parent!


Be A Smart Parents! Indeed it's very true!

Tidak ada yang salah dengan dengan nasihat menjadi orang tua yang harus pinter, pinter tentang segala jenis penyakit anak, obat - obatan, makanan yang bergizi, dan lain - lainnya. Pokoknya pinter segalanya yang bersangkutan dengan anak kita.Menjadi pinter tentunya perlu belajar, dari sumber apa pun, buku, artikel di majalah, milist dll. Inilah yang selama ini sebagai orang tua, kami terus belajar menjadi pinter untuk si kecil Olga. Satu hal yang baru saja saya pelajari adalah menjadi orang tua yang pinter berarti mengambil keputusan tepat berdasarkan kondisi anak dan bukan berdasarkan teori semata.

Beberapa minggu lalu Olga sakit batuk pilek. Suhu tubuhnya nggak terlalu panas, sekitar 38 C. Masih mau makan dan tetap lincah. Menurut ilmu yang kami pelajari dengan kondisi seperti itu belum perlu si anak dibawa ke dokter. Jadi kami pun bertahan untuk tidak membawa Olga ke dokter. Cukup obat penurun panas. Hari berlalu dan Olga tak kunjung sembuh. Nafsu makannya hilang (padahal sebelum sakit kami panggil dia "rks" singkatan dari rakus karena senangnya dia akan aktifitas mengunyah makanan), nggak mau turun dari gendongan meski lagi bobok. Barulah kami bawa ke dokter sekitar 4 hari setelah sakit. Karena kondisi yang sudah buruk, dokter ngasih antibiotik. Pasrah kami terhadap keputusan dokter. Yang penting putri kecil kami segera pulih.

Dalam kondisi seperti ini, memberikan obat pada Olga adalah perjuangan yang tidak mudah. Kalau biasanya dia cukup kooperatif, tidak kali ini. Untung mbak Sri sabar dan telaten. Tidak hanya meminumkan obat, ngasih makan pun ibarat pejuang kita dulu memerdekan negeri tercinta ini. Mau makan lima suap saja sudah girang bukan main. Berat tubuhnya turun cukup signifikan, hampir 1 kg.

Seiring dengan bertambahnya hari yang berarti bertambahnya obat yang Olga minum, kondisinya semakin membaik dan kini sudah kembali kemayu teriak kegirangan bermain "cilup, ba". Selera makannya pun sudah pulih.

Seandainya kami benar - benar orang tua yang pintar dan bijak mengenal kondisi Olga tentunya kami tidak terlambat membawa dia ke dokter. Ternyata malaikat kecil kami tidak sekuat seperti yang kami duga. Ternyata ilmu yang kami pelajari tidak begitu saja bisa kami terapkan untuk Olga. Kalau saja kami tidak menunda ke dokter, ia tidak akan begitu menderita, selera makannya tidak akan hilang sama sekali, ia masih akan lincah bermain, bobok dengan nyenyak dan tidak mendapatkan antibiotik sama sekali! Olga, maafkan ibu ya sayang...

So, tidak hanya be a smart parent, tapi juga be a wise parent. Kenali kondisi anak kita dan kita bertindak berdasarkan kondisi itu.

Ibunya Olga ... Lala